Berwisata Kuliner di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud

Konten [Tampil]
Kulajukan mobilku keluar dari Masjid Al-Jihad dan langsung menyeberang berbelok ke sebelah kanan. Temanku menguntit mobilku di belakang, sebab ia memang tidak tahu jalanan Medan. Setelah solat Maghrib tadi rasanya kami ingin makan dulu sebelum berkeliling di kota ini. Mengingat ia besok harus pulang ke Balikpapan, maka kumampatkan momen sebisa mungkin untuk dihabiskan malam ini.

Dia adalah teman semasaku kuliah. Tidak satu kampus, hanya saja kami berkenalan ketika masih kuliah di saat mengikuti lomba debat di Jakarta. Kali ini ia membawa keluarganya untuk berlibur. Hal ini bisa menjadi ajang kami untuk membaurkan dua keluarga, supaya bukan aku dan dia saja yang berteman, melainkan masing-masing dari anak-istri kami juga bisa berteman.

Rencanaku membawa mereka untuk menjajal di tempat kuliner terdekat namun melegenda. Outletnya cukup banyak dan kebetulan salah satunya ada di dekat Masjid ini. Maka tak terasa pun kami semua sampai dan sudah memarkirkan mobil kami di tempat makan yang ingin kuperkenalkan dengannya: Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.

Di pelataran masjid tadi ia sempat bertanya, “di sana cuman ada mie ayam aja?” Tentunya kugelengkan kepalaku dan menyebutkan beberapa menu yang terlintas di benakku. Mendengar beberapa menu tersebut, para anak-anaknya pun sepertinya tampak menarik ingin mencicipi beberapa menu tersebut.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Beberapa varian menu di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.
Mie Ayam Jamur Haji Mahmud ini sudah lama hadir. Mengingatnya bisa terkenang masa-masa laluku bersama Ayah dan Ibu sedari kecil. Sering sekali kami mampir ke sini. Entah sekedar mencicipi mie ayamnya atau rindu akan kehangatan kuahnya. Kesan sederhananya juga selalu tampak dari dulu, hingga kita tidak perlu sungkan ataupun minder untuk berkunjung.

Teringatku wajah Ayah yang menyeruput kuah Mie Ayam Jamur Spesial yang selalu ia pesan kalau mampir ke sini. Belum lagi wajahnya yang antusias menggulung mie agar mudah dimasukkan ke dalam mulutnya. Di sebalahnya tampak ibu sedang memotek bakso yang memang dari dulu menjadi favoritnya kalau bertandang kemari. “Baksonya mantep, dagingnya terasa, gak banyakan tepung,” komentarnya.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Ayam Jamur Spesial
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Bakso Mewah
Namun itu semua menjadi kenangan—yang bisa dibilang manis. Sampai sekarang pun tempat ini tidak pernah berubah. Perabot meja-kursinya yang sangat natural dengan aksen kayu coklat tampak membuat siapapun nyaman jika berada di tempat ini. Di pintu depan, kami di sambut dengan beberapa waitres yang siap mengantar kami ke meja dengan jumlah rombongan dua keluarga kami.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Suasana di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mereka—kedua anakku dan anaknya temanku—tampaknya sudah akrab, mesti baru beberapa hari bersama. Mereka tampak antusias membahas menu-menu yang cukup direkomendasikan oleh anakku. Setelah memesan makanan sesuai selera, sambil menunggu kami disuguhi oleh beberapa tusuk sate kerang, telur puyuh, dan juga pancake durian.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Sate Kerang
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Sate Telur Puyuh
Setelah puas mencicipi beberapa tusuk sate kerang dan telur puyuh, hidangan yang kupesan pun tiba. Sebuah menu baru yang cukup membuat aku tergoda untuk memesannya Mie KPK—Kuah Pangsit Krimi. Teksturnya yang bener-bener krimi dan tidak begitu encer sangat pas dipadukan dengan beberapa kondimennya.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Kuah Pangsit Krimi
Di depanku, tampak temanku juga memesan Mie KPK dengan varian yang beda: Kuah Pangsit Kapok. Sajian pedas varian kapok ini terdiri dari 5 level. Karena ia memang sangat menyukai pedas maka ia pun tertantang untuk mencicipi di level 3. “Cari aman dulu, mana tau nanti level 5-nya pedas kali, sampe bikin kapok, kan,” guraunya.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Kuah Pangsit Kapok
Setelah mencicipi beberapa suap, ia kembali berceloteh. “Wah, ini yang level 3 pedesnya udah bolehlah. Enak. Untung aja ga pesen yang level 5, kan. Bisa gak habis nanti jadinya.” Kusunggingkan tawaku mendengar celotehannya. Tampak kami semua menikmatinya. Apalagi semua menu sudah terhidang semua.

Istriku tampak menikmati Steak Tumis Sapi Lada Hitam. Kulihat dari tahun lalu, saat menu ini hadir sepertinya ia sudah memfavoritkan menu hotplate ini. Potongan daging sapinya sudah pas, ditambah lagi dengan saus lada hitamnya yang kuat membuat istriku sangat menyukai steak ini. Disebelahku, ia tampak senang memakan sayurannya yang terdapat di sana. Pernah ia berkomentar, “bagus ini sayurnya, gak terlalu overcook.”
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Steak Tumis Sapi Lada Hitam
Sementara istrinya temanku memesan Mie Pangsit Jamur Sapi Lada Hitam. Kalau dilihat sebenarnya menu yang dipesan oleh istri kami masing-masing tidak jauh berbeda. Hanya saja kalau ini ditambah mie sebagai pelengkapnya. “Mie-nya enak ya, beda banget sama yang aku makan di tempat lain,” katanya setelah melilit mie dengan garpunya.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Pangsit Jamur Sapi Lada Hitam
“Iya,” istriku menanggapi. “Di sini mie-nya mereka buat sendiri. Makanya enak.”

Nah, kalau kedua anakku sih seleranya memang hampir mirip. Mereka sama-sama memesan Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu, tapi hanya beda di saos siramannya. Si Abang sukanya pakai saos pedas, sementara si adik suka saos BBQ. Pernah kucicipi sedikit menu yang menjadi selera mereka, ternyata ayamnya cukup empuk. Tepung balurannya masih terbilang krispi. Udah gitu, baik saos pedas ataupun saos BBQ-nya juga enak. Walaupun terbilang saos pedas, tapi pedasnya masih bisalah diterima oleh seumuran anakku.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu Saos BBQ
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu Saos Pedas
Sementara si sulungnya temanku juga ikut memesan Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu, namun ia memilih varian Rica-Rica. Dinikmatinya sekali ayam yang diselimuti dengan sensasi sambal khas Manado tersebut. Kalau si bungsunya lebih memilih untuk memesan Steak Ayam Krispi Lumer. Melihat keju lelehannya yang ia baluri dengan ayamnya membuat siapa yang melihatnya akan menjadi ngiler. “Wah, steak ayamnya enak juga, ya!” serunya.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu Rica-Rica
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Steak Ayam Krispi Lumer
Si adik menyahut, “Kalo apa nanti kamu nyobain ramennya juga. Di sini ramennya enak.”

Ah, iya, di sini juga tersedia menu ramen yang beberapa bulan yang lalu kucoba. Beberapa kondimen khas Jepang dan tentunya dipadukan dengan bumbu-bumbu khas dari Mie Ayam Jamur Haji Mahmud membuat rasa ramennya yang berbeda. Pokoknya bagi yang tidak terbiasa dengan rasa masakan Jepang, tak perlu takut karena rasanya dijamin bakal diterima sama lidah lokal. Sampai-sampai, waktu itu istriku berkomentar: “Ramen rasa nusantara ini, ya.”
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Ramen
Tak terasa menu pesananku habis, begitu juga dengan temanku. Sepertinya umur bapak-bapak seperti kami sangat cepat menghabiskan makanan. Setelah minum jus alpukatnya sampai tandas—kurasa karena ia agak kepedasan menghabiskan Mie Kuah Pangsit Kapoknya—ia memanggil waitres meminta menu. Setelah ia lihat-lihat sebentar, langsung ia pesan Nasi Goreng Sosis Pangsit. “Gak afdhol rasanya kalo orang Indonesia belum makan nasi. Kaya ada yang kurang aja,” katanya. Sementara si sulung juga ikut memesan milkshake coklat untuk minuman keduanya setelah milkshake strawberynya habis.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Jus Alpukat

Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Milkshake Cokelat
Nasi Goreng Sosis Pangsit pun datang. Bisa dibilang menu ini terlalu lengkap dibandingkan nasi goreng yang sering kupesan di luar sana. Terdapat pangsit yang cukup besar dan beberapa potongan sosis di atas nasi berporsi jumbo. “Habisnya itu?” tanyaku.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Nasi Goreng Sosis Pangsit
“Ya habislah,” jawabnya mantap dan mulai menyendoki nasi dan beberapa potongan wortel dan bawang goreng. Tusukan nugget-nya ia beri kepada si bungsu karena dari tadi si bungsu penasaran dengan rasa nuggetnya.

Sambil menunggu semuanya selesai, kuedarkan pandanganku ke sekelilingnya. Tak terasa sebentar lagi sudah 31 tahun Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah hadir di tengah-tengah masyarakat. Banyak juga kenangan yang terukir di sini, mulai dari kecil makan bersama Ayah dan Ibuku hingga sekarang makan bersama keluargaku, juga beberapa teman atau kerabat kerja yang sedang berkunjung ke Medan. Rasanya Mie Ayam Jamur Haji Mahmud memang pas dijadikan sebagai destinasi kuliner halal di Medan karena pilihan menunya yang variatif dan juga bisa diterima oleh lidah bayak orang.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Beberapa orang sedang menikmati menu di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.
Selesai sudah semuanya makan. Tanpa berlama-lama lagi kami pun ingin bergegas untuk menjelajahi beberapa sudut kota Medan. Langsung saja kulangkahkan kakiku ke meja kasir. Sembari membayar, lagi-lagi perhatianku tertuju pada aneka snack yang bisa dijadikan buah tangan. Selain bisa membawa pulang beberapa menunya, di sini juga menjual beberapa makanan ringan yang tentunya menggiurkan. Apalagi lolipopnya, kurasa cukup untuk membahagiakan anak-anakku serta si sulung dan bungsu sembari nanti mengunjungi beberapa tempat di kota ini.
Wisata Kuliner Medan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud
Aneka snack di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud.
Pembayaran pun selesai. Kami beranjak keluar dari Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Di pelataran parkir, temanku mengulas sedikit sebelum memasuki mobilnya. “Tempatnya enak juga ya. Makanannya pun juga mantap banget. Udah lama ini, ya?”

“Ya mau jalan 31 tahunlah. Memang dari dulu tempatnya di sini enak. Pokoknya mereka sudah melegenda kalilah. Entar kalo main ke Medan lagi kita bakal ke sini lagilah,” janjiku.

Begitulah Mie Ayam Jamur Haji Mahmud Medan mampu membuat banyak orang betah dan ingin lagi untuk bersantap di sini. Tidak hanya masyarakat setempat saja yang menikmatinya, para pengunjung dari luar pun juga suka melakukan Wisata Kuliner Medan. Serunya lagi, bagi yang merantau ke daerah Jabodetabek gak perlu repot-repot lagi balik ke Medan kalau kangen makan di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud. Sudah setahun ini mereka juga buka cabang di Jababeka.

Di tanggal 29 Desember nanti, kebetulan Mie Ayam Jamur Haji Mahmud sudah mencapai usia 31 tahun. Happy 31th Anniversary Mie Ayam Jamur Haji Mahmud! Teruslah melegenda hingga anak-cucuku dapat memahat kenangan bersamamu, sama seperti diriku yang dari dulu sudah membuahkan beberapa kenangan di tempatmu yang luar biasa. Semoga outletnya makin banyak agar bisa dijangkau oleh banyak orang dan tentunya semakin banyak menu baru dan pastinya kekinian yang bakal hadir selanjutnya. Ditunggu selalu ya menu-menu barunya!

12 komentar:

  1. Menu-menunya bikin ngiler semua, terutama Mie Pangsit Jamur Ayam Katsu Rica-Rica, next time pengen banget nyicipin 😊 mantul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajiblah, Steak Tumis Sapi Lada Hitamnya juga lazis di sana. Cukup melegenda 😊

      Hapus
  2. wahh wahhh wahhh,,, menu hot platenya emang juara banget lahh,, sangat menggugah selera...
    lain kali kalo datang ke tempat makan melegenda ini, aku harus cobain menu hotplatenya nihhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang untuk semua menu kayanya varian hotplate jadi primadonanya Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, pokoknya harus nyobainlah.

      Hapus
  3. Hahahah dari foto masakannya aja udah nelan ludah... Jadi pengen cobain satu"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajib dicobain satu-satu bang, dijamin nagihlah. Bisa order via aplikasi ojek online juga kok.

      Hapus
  4. Liat poto2nya bikin ngilerr. Sayang belom ada di Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah semoga Mie Ayam Jamur Haji Mahmud bisa ekspansi ke Surabaya. Ntar kalo main ke Medan jangan lupa mampir ya bang 😉

      Hapus
  5. Semua menunya menggugah selera tapi sayang, jauhhhh..
    Mungkin klo dpt cuti, bisa berkunjung kesana..
    Penasaran bangetzzzz, min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dapat cuti ya dan bisa main ke Medan berwisata kuliner di Mie Ayam Jamur Haji Mahmud

      Hapus
  6. Hmm jadi ngiler bang, apalagi MIe- KPK itu menu baru kan bang? jadi pengen ngerasain kalo maen kesana.
    jangan lupa mampir ke blog saya juga ya bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya menu baru, yauda langsung aja ke Mie Ayam Mahmud daripada ngiler terus kan.

      Hapus