Muda-Mudi Indonesia Harus Kreatif

Omong-omong soal kreatifitas, sebenarnya tajuk ini sudah lama sekali tenar untuk diperbincangkan. Hanya saja untuk perlakuan ataupun apresiasi kreatif ini masih dibilang sangat terlalu jarang. Seakan-akan kreatifitas ini bisa jadi hanya sebatas ajang obrolan yang berkualitas, namun pada nyatanya setelah mengobrol tidak ada tindakan dari pengobrol.

Beberapa ajang dan wadah kreatifitas pun akhirnya bermunculan di Indonesia. Tarafnya juga luas, mulai dari tingkat kecil seperti di sekolah ataupun universitas, atau juga bisa jadi sampai tingkat nasional yang memperlombakan beberapa provinsi dengan mengirim masing-masing delegasinya. Dengan adanya ini, saya yakin bahwasannya percakapan soal kreatifitas tadi bisa saja naik tingkat, tidak hanya omong kosong belaka melainkan ada pelaku dan ada yangmengapresiasi.

Salah satu  wadah kreatif yang saat ini sedang hangat di kota saya tinggal adalah 4 Tahun Indonesia Kreatif. Acara yang digelar oleh Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo. Kesempatan ini pun ternyata bisa saya dapatkan untuk menghadiri acara ini. Langkah kaki saya sudah tiba di Hotel Grand Aston Medan setelah melewati macetnya beberapa persimpangan lampu merah.

Setelah sampai, saya langsung mengobrol dengan beberapa teman yang kebetulan berkesempatan untuk hadir. Setelah cukup puas berbincang dengan teman, acara pun dimulai oleh MC. Setelahnya pun kami semua berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Khidmat dan sedikit terharu pasti terlukis saat lirik demi lirik lagu kemerdekaan dilantunkan.

Nyanyian pun selesai. Kini giliran Ibu Farida Dewi Maharani yang menyampaikan kata sambutannya. Lagi-lagi, karena acara ini bertajuk 4 Tahun Indonesia Kreatif, Ibu Farida pun menyampaikan beberapa pendapatnya soal kreatifitas.

Indonesia memang harus kreatif.
Itulah perkataan pertama saat Bu Farida memulai opininya. Saya setuju dengan Bu Farida, apalagi dalam bersaing rasanya ada banyak aspek yang harus dipersiapkan, salah satunya adalah kreatifitas. Kita—selaku warga negara Indonesia—tidak boleh kalah kreatif dengan negara-negara lainnya. Karena itulah, Kominfo sendiri terus gencar-gencarnya untuk memberikan wadah-wadah kreatif bagi anak-anak muda agar bisa terus kreatif dan bisa berkontribusi untuk Indonesia.
Bu Farida membagikan beberapa opininya perihal kreatifitas.

Setelah Bu Farida telah selesai menyampaikan opininya, kini giliran Pak Handoko yang akan unjuk gigi. Sebelumnya Pak Handoko menguji keberanian kami untuk karaoke menyanyikan dua lagu daerah. Sontak semuanya pada berebut. Hal ini mampu membuat Pak Handoko pun takjub atas aksi yang dipaparkan oleh pesertan.
Salah satu peserta 4 Tahun Indonesia Kreatif menyanyikan lagu daerah.
Kemudian Pak Handoko langsung berbagi cerita soal kreatifitas muda-mudi Indonesia. Menurut Pak Handoko, Indonesia saat ini sedang berada di middle in trap, dimana untuk penghasilan dan pendapatan penduduknya di bawah rata-rata. Padahal Indonesia sebenarnya sangat berpotensi ada di bidang ekonomi kreatif, pariwisata, dan juga teknologi. Ini mungkin mejadi pertanyaan besar bagi kamu mengapa ketiga potensi tersebut tidak dapat memberikan penghasilan dan pendapatan untuk penduduk yang layak. Padahal, kamu sendiri sudah tahu bagaimana bagusnya sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif kepunyaan Indonesia sangatlah baik.
Pak Handoko berbagi cerita soal kreatifitas.

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi muda-mudi masa kini, karena di saat Indonesia mencapai seabadnya kemerdekaan—tepatnya di 2045—merekalah yang akan memimpin negeri ini. Kalau seandainya muda-mudi sekarang tidak mau berusaha dan berkontribusi untuk negeri, rasanya sangat jauh dari kata mungkin Indonesia bisa maju di seratus tahun kemerdekaannya.

Pak Handoko juga bilang, kalau ada 6 peran muda-mudi saat ini. Sebenarnya tidak hanya 6, tapi mungkin berbatasnya waktu dan kesempatan ini hanya bisa 6 peran yang dibagikan.

1. Kreator

Yang masuk dalam peran ini adalah muda-mudi yang ingin bekerja dibidang startup, musisi, penulis, komikus, ataupun lainnya. Yang jelas muda-mudi ini bisa menghasilkan suatu produk ataupun konten yang tentunya bisa berguna, membantu, ataupun, memanfaatkan apa yang kamu buat. Tentunya muda-mudi yang demikian harus bisa lebih kreatif agar konten mereka tentunya tidak terlalu pasaran dan tentunya bisa bersaing dengan konten-konten lainnya.

2. Peduli

Relawan atau yang biasa dikenal dengan volunteer-lah yang mengisi peran. Tentunya tidak hanya sekedar membantu orang-orang yang membutuhkan, muda-mudi ini tetap saja harus kreatif. Carilah cara-cara yang kreatif dalam melakukan penggalangan dana, menghibur orang-orangnya, dan yang lainnya. Tentunya bisa menjadi nilai tambah di khalayak dan bisa lebih bermakna bagi orang yang dibantu.

3. Pekerja

Untuk pekerja sendiri diisi oleh muda-mudi yang giat-giatnya bekerja dan tentunya berkreasi secara penuh, misalnya bekerja di instansi pemerintah dan sebagainya. Saat ini, insan-insan yang lebih memilih untuk mengabdi kepada negara diharapkan untuk lebih kreatif lagi, agar stigma masyarakat yang menganggap instansi pemerintah itu adalah sesuatu yang kaku bisa berubah karena para pekerjanya yang kreatif. Tidak hanya bekerja di instansi pemerintah, muda-mudi yang bekerja diindustri tentunya juga bisa masuk ke kategori ini. Dan kabar baiknya, pemerintah—dalam hal ini Bekraf—juga sudah lama menanungi para pekerja kreatif, baik dalam pelindungan Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual maupun pelayan lainnya.

4. Pahlawan

Nah, kalau peran ini banyak diisi oleh muda-mudi yang berprofesi sebagai atlit dan Tim SAR. Menjadi pahlawan untuk negara tentu semakin banyak benefitnya. Di antaranya saat ajang Asian Games dan Asian Para Games kemarin. Para atlit yang memenangkan medali emas diapresiasi dengan uang senilai 1,5 milyar rupiah, dan mendapatkan jaminan masa tua senilai 20 juta rupiah perbulan. Untuk yang memeangkan medali perak juga diapresiasi senilai 500 juta rupiah dan mendapatkan jaminan masa tua senilai 15 juta rupiah. Sementara yang berhasil memenangkan perunggu mendapatkan uang senilai 250 juta rupiah dan mendapatkan jaminan masa tua senilai 10 juta perbulan. Angka-angka ini tentu saja membuat muda-mudi tergiur untuk berlomba-lomba menjadi atlit yang kreatif. Selain itu, para atilt juga bisa diangkat langsung menjadi ASN.

5. Cendekiawan

Muda-mudi yang masuk peran ini adalah muda-mudi yang terus bersemangat dalam dunia pendidikan. Setelah tamat dari suatu pendidikan, mereka seakan-akan masi merasa haus akan menyenyam pendidikan. Maksud hati untuk meng-upgrade wawasan dan pendidikan mereka dengan terus bersekolah. Tidak hanya pendidikan formal, muda-mudi ini juga gencar mengikuti pendidikan yang tidak formal seperti seminar ataupun workshop. Saat ini pemerintah juga semakin gencar-gencarnya menyediakan dan memfasilitasi muda-mudi untuk bersekolah, seperti dalam bentuk beasiswa LPDP, Dikti, dan lainnya. Tentunya untuk mendapatkan fasilitas ini muda-mudi harus bersaing dan tidak memungkinkan terjadinya persaingan kreatifitas. Seperti pencantuman portfolio bagi muda-mudi yang

6.    Eksplorer

Ini merupakan peran yang mungkin juga diidam-idamkan muda-mudi, karena dikategori ini diisi oleh muda-mudi yang suka berjalan-jalan. Bisa jadi peluang untuk menjadi travel blogger ataupun travel vlogger sangat mumpuni untuk menambah penghasilan mereka. Tentunya ide ataupun konsep kreatif juga dibutuhkan saat mereka mencurahkan cerita perjalanannya dalam bentuk tulisan ataupun video.

Dari 6 peran di atas, kreatifitas sangat penting untuk diterapkan muda-mudi Indonesia saat ini. Selain menjadi nilai tambah tersendiri, muda-mudi yang merapkan kreatifitas di setiap pekerjaannya bisa lebih puas akan karya maupun konten yang dibuatnya. Selain itu, peluang lebih abadi dan lama dikenang juga besar dibandingkan kontenmu biasa saja. Pemaparan Pak Handoko tadi juga dipapari oleh beberapa infografis dan video-video yang tentunya sangat kreatif, agar muda-mudi yang hadir di 4 Tahun Indonesia Kreatif hari ini terinspirasi untuk mencari-cari cara kreatif seperti apalagi yang bisa dieksekusi untuk konten mereka. Apalagi, setelah nanti Pak Handoko bercakap-cakap, mereka akan mengikuti ajang flashblogging dan lagi-lagi dituntut untuk lebih kreatif.

Sebelum Pak Handoko mengakhiri bincang-bincangnya, lagi-lagi ada beberapa tips bagi muda-mudi yang hadir untuk sukses. Tips yang pertama ialah kenali dirimu dan minatmu. Renungkan baik-baik, kenali dan telusuri minat ataupun passion yang benar-benar sesuai dengan dirimu. Setelah benar-benar sudah ketemu dengan passion kamu, kamu harus tetap usaha pada minatmu. Jangan ganti-ganti, jangan tergiur dengan passion orang ataupun mudah terpengaruh oleh orang lain. Yang penting kamu harus benar-benar konsisten. Nah terakhir, evaluasi lagi dirimu, terus tanya diri sendiri yang diperlukan untuk menunjang minatmu dan terus lakukan apa yang kamu sukai, mulai apa yang perlu, dan hentikan apa yang kamu anggap tidak perlu. Lakukan terus menerus evaluasi ini, entah itu tiga bulan sekali atau kapan pun periode waktu yang kamu inginkan.


Tidak hanya tips sukses, Pak Handoko membagikan kutipan bagus yang sering banget diterapkan oleh orang-orang sukses Indonesia termasuk juga beberapa presiden. Kutipan itu berbunyi: “Jangan pernah lelah mencintai Indonesia.” Mungkin kamu sudah sering sekali mendengar kutipan dari Cak Kardi (Sukardi Rinakit) yang sangat fenomenal itu. Mulai sekarang kita sebagai muda-mudi kreatif Indonesia memang gak boleh lelah untuk mencintai negeri kita. Oh iya, saya gak bisa berlama-lama lagi. Cukup segini dulu ya, soalnya sebentar lagi Cak Kardi mau ngomong. Sungguh sangat rugi saya kalau melewatkan omongan yang sering kali diterapkan oleh orang sukses. Sudah dulu, ya!

13 komentar:

  1. wah, aku masih di posisi pekerja nih dekarang, tapi kepingin jadi org yang suka eksplorer tapi untuk niat kesitu belum mateng, masih agak gimana gitu untuk menjelajahi ke kategori itu, sekoga kedannya bisa menjadi org yang termasuk ke dalam kategori eksplor biar hisa menjelajahai dunia ini, kalau kamu yang mana bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya pengen masuk ke eksplorer, tapi juga pengen masuk peduli. Masih bingung si, tapi untuk saat ini masi menjalani peran sebagai cendikiawan

      Hapus
  2. Akan saya coba 3 tips sukses dari pak handoko.terima kasih sudah berbagi tips sukses

    BalasHapus
  3. Insya allah saya coba terapkan tipsnya.

    Makasih bang infonya.

    BalasHapus
  4. Cita-cita saya adalah ingin menjadi tipe kreator yang sukses.

    BalasHapus
  5. Dulu pernah di posisi volunteer,
    sekarang diposisi pekerja, pengennya bisa nyambi di ekplorer, menemukan hal2 baru seperti asyik, dan sesuai passion juga..

    Namun bisa gak ya kita di 6 6nya itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa tidak bisa, karena di saat memerani cendekiawan rasanya sulit untuk menjadi seorang pekerja ataupun pahlawan.

      Hapus
  6. Saya penginnya jadi kreator gan, bisa bikin startup peternakan 😁

    BalasHapus
  7. Untuk valonterr alhamdulillah udh saya cobaz tinggal pekerja dan semoga bisa membuat lapangan pekerja :)

    BalasHapus
  8. Artikelnya menginspirasi sekali..
    Saya selaku anak muda Indonesia harus bisa lebih kreatif lagi untuk memajukan Indonesia agar lebih di kenal dunia..
    Yuk anak muda Indonesia, bawa nama Indonesia dikancah dunia lebih terkenal lagi...

    BalasHapus
  9. Seperti apa yang dikatakan pada saat acara techno fest sebagai generasi muda kita perlu mengetahui apa bakat dan minat yang dapat dikembangkan dalam diri kita agar bermanfaat bagi Masyarakat.

    BalasHapus