Saya Seorang Blogger? (Am I A Blogger?)

Read in English




Tidak ada pembuka yang begitu fantastis di tulisan ini. Sebab tulisan ini bukanlah suatu ajang yang harus menjual, melainkan menceritakan hal yang cukup detail diri saya dengan blog. Tidak ada yang perlu dipikirkan seperti “harus seperti apa bentuk tulisan ini”. Jujur saja saya sudah lama tidak menulis dengan cara spontan, tanpa harus memikirkan kerangkanya. Kini saya ingin mencobanya pada tulisan ini.

Blog, pertama kenal perkara belajar HTML dasar pas SMP. Terlalu dasar sampai kalau saya ceritakan mungkin kamu menjadi menyepelekan saya. Tapi tak apa. Tidak masalah disepelekan. Yang penting tak mengganggu saya.

Selain karena belajar HTML saat SMP, saya kenalan dengan blog karena kesukaan saya di dunia tulis menulis. Sejak saya suka membaca dan berpikir kalau profesi penulis itu adalah keren, saya jadi tertarik mendalami ilmu tulis-menulis. Ditambah lagi juga masih suka menulis cerita di notes Facebook, kemudian ada yang nyaranin untuk pindahin tulisannya ke blog.

Awal menggunakan blog itu di Wordpress, seiring berjalannya waktu gak tau kenapa pindah ke Blogspot. Seingat saya sih pakai Wordpress hanya beberapa minggu, setelahnya blog Wordpress-nya di hapus kemudian pindah ke Blogspot. Sayang sih memang tulisan-tulisan selama beberapa minggu yang sudah lumayan banyak. Setiap hari rutin nge-blog, setiap harinya lebih dari satu tulisan—walau tulisannya tidak berfaedah. Zaman itu juga belum kenal kali dengan migrasi blog. Ya sudahlah, saya anggap beberapa tulisan di Wordpress kemarin untuk perkenalan aja.

Pindah ke Blogspot, dan itu sudah di kelas akhir SMP. Bukannya malah sibuk belajar UN, malah makin suka tiap pulang sholat Jumat buat cerita siap itu di-post di blog. Pembaca juga cuman hitungan jari, hanya teman-teman sekolah. Besoknya di sekolah mereka komen—gak komen di blog, tapi langsung komen ke saya.

Masuk SMA, sudah mulai mengenal sama yang namanya Blogger Buku. Akhirnya disela kesibukan nulis fiksi di blog sambil-sambil juga nulis resensi. Dan ini merupakan gerbang job pertama saya di blog. Saya memang dari dulu gak pernah dapat dolaran dari Adsense. Tapi Alhamdulillah, untuk ukuran anak SMA yang masih tergila-gila dengan novel udah kegirangan banget. Apalagi penerbit-penerbit favorit saya seperti Gagasmedia, Divapress, Bentang, Haru, sering bagi-bagi buku. Rutinitas nulis cerita seidkit terganggu. Sudah seringan nulis review buku ketimbang nulis cerita. Nulis cerita kalau mood aja. Selebihnya baca novel, siap itu nulis review di blog.

Pulang solat Jumat biasanya langsung ke Gajah Mada, langsung ke Gramedia. Dulunya belum ada Gramedia dekat rumah seperti di Focal Point. Yang paling dekat sih ya ke Gajah Mada. Ada sih toko buku, cuman bukan Gramedia. Masalahnya saya kurang puas dengan toko buku selain Gramedia.

Perlu ditekankan bahwa tulisan di atas mengalir begitu saja, bukan bermaksud ingin mempromosikan atau “jadi kamu beli buku di Gramedia aja, ya”. Sama sekali tidak bermaksud seperti itu.

Balik lagi ke topik:

Walaupun saya suka nulis review, bukan berarti saya meninggalkan dunia tulis menulis fiksi saya. Makin banyak baca justru membuat saya semakin belajar teknik bercerita. Saya juga tahu kondisi pasar gimana yang disukai pembaca, juga tahu perkembangan konsep ceritanya seperti apa.

Saat SMA, saya juga mengenal sebuah komunitas Blogger di Medan. Namanya Blogger Medan Comunity (BMC). Ketemu dengan beberapa teman baru yang sudah keren menjadi Blogger. Semuanya lebih tua dari saya, tapi saya sama sekali tidak pernah merasa dimudakan, diremehkan, atau bahkan dicaci.

Waktu di BMC juga gak begitu aktif. Cuman ikutan KuDis (Kumpul Diskusi) beberapa kali, selebihnya nebar link di grup Facebook. Hingga bergulirnya waktu, tiba-tiba saya dihadapkan juga dengan komunitas baru, yaitu Blog M (Blogger Medan).

Dua Februari kemarin adalah tiga tahunnya Blog M. Selama tiga tahun juga saya tidak begitu aktif. Ikut Durian (Diskusi Umum Ringan Anak Medan) juga jarang. Nulis di blog juga jarang. Sempat di satu sisi bertanya, saya ini seorang blogger apa bukan? Dari tahun ke tahun tingkat produktif nulis saya menurun. Alasannya banyak. Cukup klise. Dari masi SMA sudah selalu sekolah dari pagi hingga sore (bahkan sampai rumah bisa malam kalau ada tugas kelompok). Belum lagi kadang malam harus bimbel.

Bulan demi bulan akhirnya sering absen Durian. Sekolah Senin-Sabtu dengan jadwal begitu sering sekali bentrok dengan hari Durian Blog M yang biasanya hari Sabtu. Sesekali disempatin datang, dengan catatan begitu keluar kelas langsung buru-buru ke rumah, siap itu mandi dan langsung pergi. Bulan-bulan ke depannya tak tahu bisa datang atau tidak. Zaman masih SMA kalau malam Minggu di rumah teman atau di rumah sendiri mengerjakan tugas sih sudah terbiasa.

Minggu, kadang dipakai waktu buat nulis. Itupun kalau misalnya saya ada waktu dan tidak malas. Wajar dong ya malas. Rasional aja dong, orang kitanya dari Senin-Sabtu sudah capek, masa gak bisa malas-malasan.

Masa SMA berharap ingin cepat-cepat tamat, masuk dunia perkuliahan yang sepertinya lebih banyak waktu kosongnya. Namun kenyataan yang saya hadapi berbeda.

Perkuliahan saya tidaklah seperti perkuliahan dari cerita beberapa teman saya. Mereka yang menikmati masa kuliahnya karena banyak jam kosong, membuat saya terkadang iri. Kuliah dari Senin-Kamis dari pagi hingga jam 4 kurang tapi keseringan pulang lewat jam 4 sore juga. Sampai rumah rasanya capek, ngerjain tugas, dan ya gitulah. Hari Jumat kuliah dari pagi sampai jam 6 sore karena dari bagda Ashar sudah latihan fisik. Sabtu sih memang libur. Tapi gak menutup kemungkinan mengerjakan tugas atau parahnya: dosen minta masuk jam ganti.

Kalau begini sih namanya lebih parah dari SMA. Ingin rasanya balik ke zaman SMA lagi.

Well, walau saya merasa diri saya paling sibuk, tapi saya percaya di luar sana masih banyak yang lebih sibuk dari saya. Di luar sana masih banyak yang super sibuk tapi bisa juga menulis dan terus produktif. Orang-orang yang seperti itu adalah orang yang luar biasa. Saya tidak bisa seperti mereka. Saya tidak luar biasa.

Blog ini semakin sedikit tulisannya. Teman-teman yang lain banyak yang bertanya: kapan mau upgrade domain jadi .com? Haduh, jangankan upgrade domain, update tulisan saja saya masih kewalahan. Tapi pelan-pelan saya mulai mencoba-coba dan tepat Maret 2017 kemarin, blog ini memiliki alamat nikmalabdul.com.

Btw, bulan depan domainnya sudah mau habis masa berlakunya. Ada yang berniat memperpanjang domain saya? Komen aja nanti kalau ada berniat, tak perlu malu-malu.

Sedikit demi sedikit tetap nulis di blog. Masih aja terbesit di hati: saya ini seorang blogger? Dibilang penulis juga enggak. Di bilang blogger juga jarang aktif. Mungkin kesimpulannya adalah saya bukan siapa-siapa. Saya hanya orang yang suka menulis dan menempatkan tulisan saya di beberapa tempat, salah satu tempatnya adalah blog.

Suatu saat nanti, saya tetap masih bermimpi, berharap, dan berkeinginan agar menjadi penulis seutuhnya. Kelak juga bisa menjadi blogger yang benar-benar blogger. Mungkin tidak bisa menjadi full time blogger, tapi setidaknya ada saja predikat blogger melekat di diri saya. Saya tidak menyalahkan kesibukan. Hanya saja saya yang kurang profesional, tidak mau lelah (baca: malas) dengan semua harapan saya. Kedepannya saya harus belajar dari kekurangan saya.

Oh iya, mulai 2018 ini saya mencoba untuk menulis dua bahasa di blog: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Mungkin nantinya tidak semua tulisan bisa tersedia dalam dua bahasa. Tapi saya usahakan mulai dari sekarang untuk belajar juga menulis dalam bahasa Inggris.

Bahasa Inggris saya juga gak bagus, malah sangat buruk. Itu sebabnya saya masih belajar. Banyak cara orang belajar. Cara saya belajar adalah mempraktikkannya. Saya mencoba untuk menerjemahkan dari tulisan bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Mencoba untuk membuka-buka kamus online, mencocokkan tata bahasa, dan sebagainya. Semoga ke depannya blog ini menjadi lebih baik lagi.

Omong-omong, ini adalah tulisan pertama yang tersedia di dalam dua bahasa.

6 komentar:

  1. Cakep nih, ada versi Inggrisnya. Nikmal bagus kalau nulis fiksi, feel-nya dapet. Tinggal lebih sering nulis aja barangkali ya, biar makin cihuy :). Dan perkara konsistensi itu memang peer banget. Karena aku juga kadang harus maksa diri buat tetap nulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah bakal sering nulis fiksi lagi, kak. 😊

      Hapus
  2. Ternyata sudah lama ya nikmal mengenal html. Wahh, next time durian sering datang lah nikmal. Memang sih jadwal kuliahnya padat kn. Sabar, masih tahap perkuliahan itu. Jalani saja dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya kak susan, insya Allah sering datang

      Hapus
  3. tulisan ini isinya 10% kata kata 90% curhatan sepertinya hehehe

    kasihannya domain yang mau habis, beli domain kan sekarang bisa pake BPJS biar murah hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo bisa pake bpjs uda dari kemarin kuperpanjang pake bpjs bang :)

      Hapus