Selamat Tahun Baru

Dengung adzan Ashar berkumandang kemarin sore. Tak lama kemudian, sisi-sisi biru langit memudar. Beberapanya diusir oleh abu pekat awan yang menggusur. Mereka semua mengerubungi atas permukaan Medan dan dengan angkuhnya mengancam banyak orang untuk bergegas.

Sore kemarin penghujung tahun 38. Penghujung tahun yang kurasa akan disirami rahmat dari Allah. Banyak yang sudah menyusun jadwal untuk merayakan malam awal tahun keluar dari sarangnya, sebab hari ini libur. Karena siraman rahmat itu membuat mereka banyak yang mengurungkan niatnya. Mereka lebih memilih untuk berdiam dulu di rumah, hingga rahmat itu mengucur perlahan hingga berhenti.

Mereka termasuk aku sebenarnya. Maka mereka kurasa digantikan dengan kata kami.

Kemarin sore langit Medan memuntahkan air bening. Untung saja aku sudah sampai rumah. Menyambut tahun baru, kuhabiskan dengan menyesap teh buatan adikku. Bersama roti crackers dicelup sejenak, rasanya hujan lebat di luar rumah tidak masalah.

Hirup pikuk aplikasi perpesanan tidak mau kalah dari riuhnya suara hujan yang beradu dengan seng. Dari grup kelas perkuliahan mereka memang berencana untuk berkumpul, sekaligus membahas pertandingan futsal yang akan mereka bawakan hari ini. Dari kemarin siang aku sudah bilang kalau aku tidak bisa ikut, sebab aku sudah ada agenda lain dengan teman yang lainnya.

Sementara temanku yang berencana bertemu denganku nanti malam juga sibuk membahas hujan melalui grup chat juga. Rasanya malas dan ingin berdiam diri saja di rumah, katanya. Padahal rasa rindu sudah memeluk diri kami masing-masing. Kami pun sepakat. Sehabis isya, reda tidak reda kami gerak. Walau mungkin rasa malas untuk keluar rumah sangat menggoda, tapi itu kalah dengan rindu dan tekad dari jauh-jauh hari dijanjikan.

Tak berapa lama adzan Maghrib pun terdengar. Awal tahun 39 menyerbu. Selamat tahun baru buat kita semua. Semoga di tahun baru ini kita semua menjalankan resolusi yang kita buat. Dan semoga kita menjadi lebih baik lagi.

Selamat tahun baru buat kamu yang sedang berjuang mati-matian untuk mendapatkan satu kursi menjadi Pegawai Negeri Sipil. Selamat tahun baru buat kamu yang masih sering mengeluh tentang hidupmu. Selamat tahun baru buat kamu yang sedang bersuka cita karena sesuatu.
 
Selamat tahun baru buat semuanya, semoga tahun ini segala yang kamu inginkan tercapai.
 
~

Sambil menunggu teman menjemput, kembali aku teringat tahun-tahun lalu. Tahun lalu kulewati begitu-begitu saja. Tidak ada yang istimewa bagiku. Tapi tunggulah, coba kuingat-ingat apa yang istimewa tahun lalu.

Em, sepertinya ... tidak ada. Hanya saja tahun lalu banyak meninggal kesan yang kurang mengenakkan. Tapi buat apa kukenang lagi.

Dan itu dia, temanku datang. Aku pergi dulu.

~

Hari ini adalah lembaran pertama di tahun baru 1439 H. Omong-omong, terima kasih sudah membaca tulisan yang kurang penting ini. Awalnya niat menuliskan kalimat “Selamat Tahun Baru” dengan font yang paling besar karena antusias kedatangan tahun baru. Tapi rasanya itu terlalu agak gimana gitu.

Akhirnya, dengan sedikit ngeles, aku tuliskan ini semua. Kutulis apa yang terlintas di otakku. Hanya sekedar membilang “Selamat Tahun Baru”, tapi terlalu bertele-tele. Gak papa, ya(?)
 
~ ~ ~

3 komentar:

  1. boleh dibikin novel gan... hehehe

    BalasHapus
  2. Ntah kenapa yg namanya tahun baru aku ga terlalu ngeh perayaannya. Mau tahun baru islam kek, ato thn baru masehi, sama aja buatku, kyk hari2 biasanya :D

    BalasHapus