3 Kata Ajaib


Entah memang zaman sudah berubah atau entah gimana, yang jelas saya tetap masih bingung. Ini memang benar-benar real. Sedikit tabu, tapi inilah yang terjadi. Baru-baru ini, saya mendengar pernyataan seseorang. Entah kenapa dia senang sekaligus tidak menyangka. Kejadian di sebuah Plaza yang ada di Medan. Saat itu dia sedang berbelanja di sebuah toko sepatu dan tak sengaja ada orang yang menabraknya. Spontan orang yang menabraknya langsung berkata maaf dan merasa bersalah. Seseorang itu pun akhirnya mengucapkan pernyataan tidak apa-apa kepada orang yang menubruknya. Kemudian, ia sedikit terkejut dan tidak menyangka—walau ia merasa senang—karena pada zaman ini masih ada orang yang mengucapkan kata maaf.

Ya, dia hanya tidak menyangka karena orang yang menabraknya mengucapkan kata maaf. Padahal kalau zaman dulu memang kata maaf masih terdengar biasa. Tapi entah kenapa saat ini kata maaf saja dianggap seperti langka atau sedikit terkejut jika mendengarnya.

Memang, pemikiran zaman sekarang mengatakan kalau salah sedikit ataupun tidak sengaja untuk apa dipermasalahkan. Misalnya saja seperti kejadian tadi yang jelas-jelas orang itu tidak sengaja menabrak seseorang. Banyak yang bilang kalau kejadian seperti itu buat apa untuk mengucapkan maaf, karena kitanya sendiri saja tidak sengaja. Berarti kan kitanya tidak bersalah. Udah gitu, selama orang yang kita tabrak tidak ada masalah, lebih baik tidak usah dipermasalahkan.

Jujur, saya tidak setuju dengan pemikiran seperti itu. Walaupun kita tidak sengaja menabrak seseorang, tetap saja kesalahannya tetap pada kita Wajar sekali memang kalau kita berbuat kesalahan yang tidak sengaja. Tapi tetap saja dong kita juga harus meminta maaf, walaupun orang yang kita tabrak tidak apa-apa. Sebab yang namanya kita bersalah, ada baiknya kita tetap meminta maaf.

Balik ke cerita awal, saya rasa seseorang yang ditabrak tadi mungkin wajar saja juga tidak menyangka mendengar kata maaf dari orang yang menabraknya. Apalagi saat ini sudah banyak orang yang melupakan kata-kata sederhana namun penuh arti. Seperti misalnya kata maaf, tolong, dan terima kasih. Sampai-sampai, 3 kata tersebut mendapat julukan 3 magic words. Saya rasa 3 kata itu memang pantas mendapatkan predikat seperti itu. Saya sendiri saja merasa saat kata-kata itu terucap disela-sela aktivitas kita, entah kenapa rasanya menjadi lebih baik daripada tidak ada kata-kata tersebut.

Sekalipun kata-kata itu keluar dalam hal yang sepele, tetap saja ada hal yang lebih baik daripada kata-kata itu sama sekali tidak pernah keluar.

Misalnya ketika teman sekelas tidak sengaja menjatuhkan pensilnya, kemudian pensil itu bergulir hingga ke bawah meja kita. Maka sebagai makhluk yang baik kita pasti mengambil pensilnya. Tidak susah kok, kita tidak perlu beranjak dari kursi kita. Cukup dengan membungkuk sedikit untuk mengambil pensilnya. Kemudian kita langsung memberikan pensilnya. Dan tentu saja, itu pekerjaan yang sepele dan pastinya terkadang untuk ucapan terima kasih sepertinya tidak diperlukan untuk pekerjaan yang sepele.

Namun, saya rasa akan lebih baik tetap mengucapkan terima kasih. Pasti rasanya beda kalau teman kita itu mengucapakan terima kasih daripada dia tidak mengucapkan apa pun. Kalau ia berterima kasih, pasti ada rasa puas tersendiri. Saya sendiri saja terkadang tidak bisa menjelaskan bagaimana rasa puas mendengar ucapan terima kasih. Bukannya terlalu berlebihan atau gila-gila mengharap terima kasih, tapi rasanya memang beda kalau mendengar seseorang berterima kasih kepada kita.

Untuk mengamalkan 3 kata ajaib tadi, kita pasti menganggapnya mudah. Namun dalam pengamalannya saya rasa masih susah.
Ala bisa karena biasa.
Begitulah kata peribahasa. Jadi, mulai sekarang biasakan saja untuk menggunakan 3 kata ajaib tadi dalam aktivitas kita, seperti maaf, tolong, dan terima kasih. Mari kita biasakan diri kita dengan 3 kata ajaib tersebut. Kita buat orang-orang yang mendengar kata-kata tersebut menjadi hal yang biasa, bukan malah sebaliknya mereka tidak menyangka kalau masih ada orang yang menggunakan kata-kata tersebut.

18 komentar:

  1. thanks gan info nya, ane juga baru tau ada 3 kata ajaib

    BalasHapus
  2. Mungkin dia mengucapkan kata maaf bukan dari hatinya, melainkan hanya refleks dan secara spontan meminta maaf.

    BalasHapus
  3. kadang abang bersikeras untuk tida say maaf, karena selalu meerasa ga salah,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai sekarang ayo berubah, bang :)

      Hapus
  4. nich artikelnya gan..memang seharusnya kita meminta ma'af jika kita melakukan kesalahan karna itu adalah suatu rasa tanggung jawab atas kesalahannya kita ke pada orang lain

    BalasHapus
  5. setuju nikmal, sering suasana jadi lebih keruh gara-gara udah salah tapi gengsi minta maaf.

    BalasHapus
  6. Wuih mantap ini artikelnya :)

    BalasHapus
  7. ala bisa karena biasa, memang benar tuh gan, ntapsss

    BalasHapus
  8. Anakku slalu aku tekanin utk ngucapin 3 kata magic ini.. Kalo dia minta tolong ke babysitternya ato mba ART tanpa pake kata 'tolong'ato 'terimakasih', itu aku bisa marah banget. Dari kecil sih hal2 begitu hrs kita ajarin mas.. Supaya kebawa sampe gede dan jd kebiasaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, bener banget. Seharusnya udah dibiasain dari kecil kan, Mbak. :)

      Hapus
  9. Mantap gan wajib ana pke ni..bs jdi motivasi diri

    BalasHapus
  10. oh ternyata kata kata itu merupakan 3 kata ajaib?? ane baru tau..

    BalasHapus
  11. wkwkwk kalo sama temen abis di tonjok bilang maaf gimana ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak papa, maafkan aja. mungkin dia khilaf :p

      Hapus
  12. Nice Artikelnya gan agak ada Lawaknya :V

    BalasHapus