Judulnya?


Buya dulu pernah bilang kalau judul itu sangat berpengaruh untuk memikat orang lain. Judul apa saja, baik itu judul cerita, judul puisi, judul video, judul buku, dan judul apa saja. Kata Buya juga kalau judul yang menarik bisa membuat orang jadi mau membaca karya kita.
Ini judulnya tidak menjual. Rasanya orang sepertinya udah tahu ini ceritanya nanti gimana dan orang jadi malas mau membacanya. Buat judul itu yang bisa buat orang penasaran mau membaca judul kita seperti apa.
Itulah komen Buya sewaktu Buya membaca tugas cerpen saya semasa SD. Waktu itu saya meminta pendapat Beliau tentang isi ceritanya. Tapi saat baru baca judulnya ia langsung berkomentar seperti itu.
Lihatlah ini, Buya saja tahu ini ceritanya tentang apa
Kemudian waktu itu saya sangat sedih. Rasanya saya sudah menciptakan cerpen yang bagus. Saya harap Buya memuji saya. Tapi saya rasa Buya adalah orang yang apa adanya. Jadi beliau bilang kalau karya saya itu tidak bagus, dan beliau malah menyarankan untuk mengulanginya. Akhirnya saya mengulang cerita saya karena kebetulan tugasnya tidak dikumpul besok. Kalau tidak salah dua hari setelahnya baru tugas itu dikumpul.

Kemudian Buya juga cerita tentang buku-buku yang laris seperti apa penulisnya memilih judulnya. Seperti misalnya Misteri Sholat Shubuh, justru dari judulnya ini saja yang pertama membuat Buya membelinya karen buya penasaran apa saja sih mister-misteri sholat shubuh. Buku La Tahzan juga, Buya juga penasaran. Maksudnya jangan bersedih di sini itu seperti apa?

Lambat laun, semakin besar saya mulai percaya kalau kekuatan judul memanglah sangat berperan penting dalam karya kita. Terkadang saya sendiri saja sering bingung dan memutar otak lebih kencang untuk mendapatkan judul yang saya rasa judul itu menarik. Bahkan, tak jarang juga saya lebih lama menghabiskan waktu untuk memikirkan judulnya daripada ide atas karya yang saya buat.
Mungkin ide bisa datang dengan sendirinya tanpa kita duga, sementara judul harus sinkron dengan ide dari karya kita. Mungkin itu juga yang menyebabkan memilih judul yang menarik itu sulit.
Saking sulitnya saya sering berkeinginan membuat suatu cerita tanpa judul. Semata-mata itu hanya untuk agar para pembaca semakin penasaran dengan cerita yang saya buat. Kemudian saya berpikir lagi, kayanya lebih puas kita memikirkan judul yang menarik. Dengan begitu, tidak cerita kita saja yang menarik, tetapi judulnya juga menarik.

Dan fungsi judul sendiri saya rasa juga sebagai pembeda. Ibaratnya judul itu seperti wajah kita. Wajahlah yang membedakan kita dengan yang lainnya, sekalipun kembaran kamu—kalau kamu memiliki kembaran. Begitu juga dengan judul yang berfungsi untuk membedakan karya kita dengan yang lain.

Sekarang tetap saja permasalahannya adalah bagaimana membuat judul yang menarik?

Sungguh, seringnya saat kita membuat suatu yang menarik itu sangat sulit. Kemarin sempat sharing bareng teman soal membuat judul. Katanya sih kalo dia membuat judul dalam ceritanya lebih ke hal umum tentang ceritanya. Artinya, saat ia membuat judul mungkin saja judulnya diambil dari unsur instrinsik cerita. Seperti misalnya ceritanya bercerita tentang perjuangan anak yang berjuang hidup di jalanan, ia langsung ambil unsur setting sebagai judulnya, yaitu Jalanku di Jalan. Padahal konflik sebenarnya itu adalah sebuah perjuangan, namun ia sama sekali tidak membuat judul yang biasa seperti Hidup Anak Jalanan, Perjuangan Seorang Anak, atau yang lainnya.

Sementara dia balik nanya ke saya, ya saya jawab saja kalau saya mungkin bisa menemukan judul kalau saya sudah hampir selesai di akhir cerita yang akan saya buat. Bisa saja itu dibagian pertengahan dan saya sudah hampir selesai ceritanya. Terkadang saya sudah siap menuliskannya, belum juga ketemu. Sampai saya baca berulang kali lagi, baru saya rasa ketemu judul yang menarik.

Oh iya, sebelum saya menyudahi tulisan ini, saya ingin mengingatkan kalau judul sangatlah berbeda dengan tema, walaupun tema pada hakikatnya adalah unsur yang merangkum keseluruhan cerita. Sementara judul, dia belum tentu merangkum keseluruhan cerita.

Dan terakhir, tetap semangat berkarya buat kamu, ya! Oh iya, omong-omong ini judulnya apa ya?

20 komentar:

  1. saya setuju sekali, judul memang berbeda dengan tema, tetapi ada juga kesamaannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya beda-beda tipislah, Bang. :)

      Hapus
  2. Setuju sama penulisnya saya.. hhe

    BalasHapus
  3. Buat artikel dengan penulisan menarik dan berbeda itu seni berkarya gan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, bener banget. Jadi kesimpulannya jadi orang seni itu susah(?)

      Hapus
  4. setuju dengan pendapat agan, karena judul tak harus sesuai dengan isi nya hehehe

    BalasHapus
  5. setuju nih ama agan ^_^,don't judge by a cover asik wkk

    BalasHapus
  6. Setuju 100% gan, makasih atas info menariknya gan artikel mantappp

    BalasHapus
  7. bener banget gan , susah memang membuat judul menjadi menarik

    BalasHapus
  8. berkarya dengan tulisan memang susah, bikin cerita agar menarik orang lain itu loh xD

    BalasHapus
  9. berarti blog yg ramai pengunjung haruslah punya artikel yg buat penasaran bagi pembacanya ya ?? trus tips mendapatkan judul seperti itu gmn kak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener. Btw kan tipsnya sudah saya kasi di atas :')

      Hapus
  10. Yoi banget gan, dont judge by cover

    BalasHapus
  11. haha,, brrti judul adalah sumber untuk menarik peminat pembaca mas.. thanks lah

    BalasHapus
  12. ada juga yng judulnya cetar tapi isinya... :'(. Btw, seru ya punya buya yang bisa diajak diskusi soal tulisan gitu ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kak punya Buya yang suka nyeramahin anaknya :)

      Hapus
  13. tapi sekarang biaasanya banyak judul nyeleneh yang terlalu extrem dari isinya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haa, itu kalo yang mau "nejar" beberapa hal sih :)

      Hapus
  14. kalau belum ada judul yang pas..ya itu aja judulnya gan...belum ada judul...hehe..piss...btw,terus menulis gan....

    BalasHapus