Masalah dalam Berkarya [Only Indonesian Version]


Di dunia ini semua orang pasti ada masalah. Tidak memandang siapa kamu, umur kamu, atau pekerjaanmu. Anak kecil saja pasti punya masalah—ya walau masalah anak kecil tidak sebesar masalah orang dewasa. Begitu juga dengan guru, pengusaha, atau sekalipun orang yang berkarya juga mempunyai masalah.

Jadi sebenarnya itu bukan permasalahan masalah itu sendiri, tapi bagaimana kita menyikapi masalah itu sendiri. Jangan kita mengeluh atau bahkan stress akan masalah kita. Nah, kali ini saya membahas keluhan seorang teman. Kebetulan dia sedang berekspresi di suatu akademi seni. Pekerjaannya mungkin tidak akan jauh-jauh dari berkarya. Tugas-tugas kuliahnya juga seringnya masalah karya yang ia ciptakan.

Terkadang dia bilang, kalau dia mau buat karya itu kadang udah stress di awal. Ada saja permasalahannya. Misalnya, dia takut karyanya kecam orang. Misalnya saja banyak penulis yang takut menuliskan tentang konten yang dianggap tabu karena takut menjadi gulanan masyarakat. Lebih parahnya mungkin bisa dipenjarakan. Sulit mengatakan, kalau ini sama sekali seperti resistor untuk berkarya.

Tidak hanya penulis, begitu juga dengan orang yang berkarya. Katakan seperti pembuat film, penulis lagu, atau apa sajalah, yang penting ia menciptakan sesuatu. Banyak asumsi dalam benak sendiri yang mengatakan, kalau aku buat begini pasti nanti orang bakalan bilangin aku ini. Terakhir kitanya stress sendiri dan bisa-bisa gak jadi berkarya.

Ok, saya ambil jalan tengahnya. Setiap manusia memiliki hati yang suci. Kita tahu apa yang kita ciptakan itu baik atau buruk, memang benar-benar salah di mata masyarakat atau tidak, bahkan sampai kita plagiat atau enggak pasti kita sendiri tahu. Hanya saja sampai mana kita menyikapi tindakan yang kita sadari baik buruknya. Nah, kalau mungkin kamu—seorang yang berkarya—ingin menciptakan sesuatu yang kamu anggap baik, tidak ada salahnya kamu buat. Jangan pikirkan apa kata orang selanjutnya. Yakinlah, orang waras akan bilang karyamu baik kalau memang karyamu baik. Jadi, gak usah stress duluan soal perkataan orang. Misalnya nanti perkataan haters. Lebih bagus kamu berkarya saja selagi masih di koridor yang baik.
Lantas kamu menyanggah: kalau gak mikir tentang pendapat orang yang jelas-jelas dia menikmati karya kita, bagaimana karya kita akan bisa dinikmati. Pastinya kita harus memikirkan apakah mereka betul-betul menikmati karya kita.
Memang benar apa yang kamu bilang. Dan saya rasa ini sudah berkembang pembahasannya. Jadi begini, maksud saya tadi kita gak usah pikirkan yang tidak-tidak tentang karya kita. Misalnya kamu takut kalau orang mencap karyamu gak bagus, padahal kamu rasa kalau karyamu bagus. Itu sih maksud saya. Nah, dari yang apa tadi dijabarkan, saya sama sekali tidak melarang kalau kamu berpikir dan berusaha untuk membuat karyamu sebagus mungkin sampai kamu memikirkan apa reaksi penikmat karyamu. Misalnya, seorang pengarang pasti ingin mengarang cerita yang sangat jarang, atau bahkan belum ada di pasaran. Dan pastinya ia mau karyanya banyak dibaca khalayak dan laku di pasaran. Pasti dia mikir, kalau aku buat seperti ini, pembacaku akan merasa terhibur atau dengan karyaku. Untuk urusan ini sih sah-sah saja, dan bahkan menurut saya bagus.

Tapi awas, jangan sampai berlebihan. Kalau kamu seorang pengarang menginginkan setiap orang yang membaca karyamu akan suka pada karyamu, saya rasa kemungkinanannya sangat minim. Seperti halnya karya Rowling dalam serial Harry Potter-nya, apa kamu yakin setiap orang yang membaca Harry Potter akan menyukai setiap adengan di Harry Potter-nya? Tidak hanya pengarang, katakan saja kamu Youtuber, apa kamu yakin setiap orang yang melihat video kamu akan memberikan acungan jempolnya? Apa tidak mungkin kalau orang ada meng-klik dislike di video kamu? Pasti mungkin saja, kan.

Jadi, sekali lagi saya bilang, yang seperti itu tidak usah diambil stress. Berkaryalah dengan panggilan hatimu. Buat karyamu sebegitu menakjubkan yang memungkin banyak penikmat karyamu menikmati karyamu, bukan semua penikmat karyamu. Tak perlu berpikir bagaimana membuat karya yang sempurna, hingga semua penikmat karyamu menikmati karyamu. Semua karya itu tidak ada yang sempurnya. Orang yang membuat ponsel canggih saja masih aja ada kekurangan di ponsel yang ia buat. Kemudian banyak penikmatnya yang me-review karyanya, dan ditemukan beberapa kekurangan. Kemudian dia akan berusaha memperbaiki apa kekurangannya di karya selanjutnya.

Ok, sekarang gak perlu stress lagi dan mikirin yang tidak-tidak tentang karya yang akan kamu buat. Selagi itu masih positif, silahkan berkaryalah.

24 comments:

  1. Nice post gan,artikel yang sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  2. Jadi termotivasi nih untuk selalu berkarya, btw artikel sangat bermanfaat gan

    ReplyDelete
  3. mantep ni artikel bisa jadikan referensi ..

    ReplyDelete
  4. Berkarya itu memang harus selalu kita buat ya bang

    ReplyDelete
  5. ditunggu karya nya ya nikmalll,, yang semnagat buat kita semua

    ReplyDelete
  6. Harus terus mencari inspirasi gan

    ReplyDelete
  7. Emang kebanyakan orang sering mengalami kejadian serupa...

    ReplyDelete
  8. subhanallah bagus kali artikelnya izin share bro

    ReplyDelete
  9. Ane setuju bro , berkarya aja sesuka hati kita , masalah masalah gak usah diambil pusing hehe btw keren cara penulisannya

    ReplyDelete
  10. Suka dengan tulisan adek ini.
    Apapun yang kita hasilkan pasti selalu disuka dan tak disuka.
    Jika terus berfikir tentang kemauan orang lain sudah pasti kita tak akan mulai untuk berkarya.hehe

    ReplyDelete
  11. Info menarik gan jadi tau apa saja yang membuat masalah dalam berkarya

    ReplyDelete
  12. artikel dan isinya sangat bagus gan, jadi tau kalo jika ada masalah dalam berkarya

    ReplyDelete
  13. dari sini ane dapat gambaran yang lebih baik untuk ke depannya terimakasih gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, terima kasih juga sudah membaca tulisan ini :)

      Delete
  14. berkarya tidak salah, hal yang salah adalah ketika kamu berhenti berkarya.

    ReplyDelete